Mantan chef Noma, restoran asal Denmark yang pernah meraih 4 kali penghargaan sebagai restoran terbaik dunia, James Sharman, akan meluncurkan restoran pop-up restoran, di base camp Gunung Everest bulan depan.
Diberitakan oleh eater.com (17/11/16) peluncuran tersebut adalah bagian dari serangkaian proyek makan malam besar "One Star House Party". Ekspedisi Everest adalah acara ke-4 dalam proyek tersebut.
Sharman merencakan proyek ini akan berjalan selama 2 tahun sejak September 2016 hingga Agustus 2018. Proyek 20 bulan ini direncanakan akan dilaksanakan tiap bulannya di 20 negara sekaligus 20 restoran berbeda.
|
Cara ini telah dilakukan pada 3 restoran pop-up sebelumnya yaitu di Beijing, Ho Chi Minh, dan Bangkok. Nepal tentu akan mendapat perlakuan yang sama kecuali dengan ketinggian 5200 meter nya.
Dalam proyek Nepal ini dibuka pendaftaran untuk 15 orang yang ingin ikut dalam jelajah kuliner di salah satu tempat tertinggi di dunia ini.
Proyek Nepal dijadwalkan akan berlangsung selama 14 hari dari 10 – 23 Desember 2016. Dalam 14 hari tersebut, akan ada pendakian santai ke base camp Everest, pembangunan restoran pop-up dan tentu menikmati sajian Sharman yang sudah disiapkan.
|
Biaya ini tidak termasuk penerbangan ke Nepal. Makan siang dan makan malam di guest house juga tidak termasuk dalam biaya perjalanan, rata-rata Anda akan menghabiskan $6- $7 USD atau sekitar Rp.90.000 per orang per hari untuk makanan.
Pemesanan untuk mengikuti perjalanan menakjubkan ini telah dibuka dan akan ditutup pada 29 November 2016. Informasi lebih lanjut dapat menghubungi trisha@onestarhouseparty.com.
Ini bukan pertama kalinya dunia kuliner mencoba puncak tertinggi di dunia. Pada tahun 2015 chef Sat Bains dari restoran berbintang Michelin harus mengakhiri percobaan untuk mengadakan pesta makan makan di ketinggian 7100 meter setelah jatuh sakit karena edema paru.
(odi/lus)
0 Response to "Restoran Pop Up Ini Akan Diadakan di Ketinggian Base Camp Gunung Everest"
Posting Komentar