Gara-gara Nama Teh Membingungkan, Konsumen Asing Ini Dituduh Mencuri di Toko

Nama produk bisa saja disalahartikan oleh konsumen asing. Apalagi jika memakai kata bahasa Inggris yang artinya ambigu.

Seperti yang terjadi di Jepang belum lama ini. Seorang pengguna Twitter @domoboku baru-baru ini melihat perdebatan sengit dalam mini market yang melibatkan pemakaian bahasa Inggris pada sebuah produk, lapor Rocketnews24 (01/11).

Pemilik akun @domoboku yang merupakan warga Jepang, masuk ke toko itu pada suatu sore. Di sana @domoboku melihat seorang konsumen dari negara Asia lain, minum sebotol teh yang dia ambil dari rak tanpa membayarnya.

Kemudian terjadi adu mulut antara konsumen itu dan penjaga toko. Sampai akhirnya pria Asia itu berteriak,"Apa yang salah saya lakukan?"

Gara-gara Nama Teh Membingungkan, Konsumen Asing Ini Dituduh Mencuri di TokoFoto: iStock/Rocketnews24

Penasaran dengan debat mengenai pencurian di toko itu, @domoboku mencari teh yang sama seperti dikonsumsi sang pria. Ia pun langsung menyadari penyebab kesalahpahaman.

Pada kemasan, tertulis kata bahasa Inggris, "Free Tea", secara mencolok. Ternyata ini merupakan merek teh yang diproduksi dan didistribusikan oleh perusahaan minuman Jepang, Pokka Sapporo.

Kekuatan produk karena adanya kandungan ekstrak GABA. Pokka Sappor mengklaim kandungan itu memberi efek relaks pada teh. Free Tea juga dipasarkan sebagai minuman yang memicu orang bebas dari stress. Dalam iklannya, tertulis kata Jepang "kaihou" yang berarti bebas/merdeka.

Sayangnya, kata "free" di kemasan produk secara umum dianggap komplimen. "Itu tertulis pada label, jadi biarkan saya meminumnya!" pria itu bersikeras.

Setelah penjelasan bahwa "Free Tea" hanyalah nama merek, konsumen asing tersebut mengubah perkataannya. Ia mengatakan seharusnya toko mengubah label itu. Seperti yang disampaikan @domoboku, toko tentu tidak berhak mengubah label produk.

Gara-gara Nama Teh Membingungkan, Konsumen Asing Ini Dituduh Mencuri di TokoFoto: iStock/Rocketnews24

"Teh ini berujung menyebabkan problem penuh stress baik bagi seorang traveler yang datang ke Jepang dan seorang pegawai jujur. Betapa ironisnya bahwa produk ini seharusnya jadi 'minuman yang mendorong orang bebas dari masyarakat penuh kesetresan'," pemilik akun @domoboku berpendapat.

Meski ada masalah bahasa, sebenarnya pada rak tempat Free Tea berada terdapat harga minuman sebesar 130 yen (Rp 16.300). Rocketnews24 menyebutkan konsumen itu sebaiknya lebih teliti melihat sekitar bila nanti datang lagi ke mini market.

(odi/adr)

0 Response to "Gara-gara Nama Teh Membingungkan, Konsumen Asing Ini Dituduh Mencuri di Toko"

Posting Komentar