Generasi Millennial Terbukti Lebih Banyak Minum Kopi Dibandingkan Generasi Sebelumnya

Kopi kini makin banyak dikonsumsi oleh generasi millennial. Karenanya harga dan permintaannya makin meningkat.
Rentang usia generasi millennial adalah sekitar 19 hingga 34 tahun. Hal ini telah menyebabkan lonjakan permintaan kopi sekitar 44 persen di Amerika Serikat dan membuat kopi masuk dalam lima bahan baku pada Commodity Index Bloomberg.
Kecenderungan konsumsi kopi ini terjadi pada anak muda kelahiran setelah tahun 1995 atau yang berusia sekitar 14 tahun.
Chung Yang, seorang profesor terkemuka dan John L. Colaizzi selaku ahli farmasi mengatakan bahwa generasi millennial yang mengonsumsi kopi lebih banyak daripada generasi lain menikmati minuman ini untuk menjalankan kehidupan mereka yang sibuk.
"Kopi adalah salah satu minuman yang menarik kaum millennial karena gambar penyajian seperti yang disajikan oleh Starbucks dan juga iklan di sejumlah media," jelasnya seperti dilansir The Daily Targum (21/11).
Generasi Millennial Terbukti Lebih Banyak Minum Kopi Dibandingkan Generasi SebelumnyaFoto: iStock

Dua hal ini yang menjadi penyebab tingkat konsumsi kopi generasi ini meningkat.
Budaya kopi, termasuk proliferasi coffee shop yang jadi tren baru-baru ini mendorong kenaikan konsumsi kopi. Sedangkan urbanisasi juga menjadi faktor pendukung lain. Orang-orang yang pindah ke kota mulai mengonsumsi kopi untuk pertama kalinya sebagai tren gaya hidup.
Status, pengalaman dan personalisasi pada kopi juga menjadikan suatu nilai-nilai dari millennial. Hal ini diterima secara sosial dan kini minum kopi lebih tren dibandingkan dengan minuman lainnya seperti soda.
Karena meningkatnya jumlah permintaan, harga biji kopi tententu semakin meroket dan telah mencapai tingkat tertinggi sejak awal tahun 2015.
"Kedai kopi dapat dilihat di seluruh New Brunswick," tutur Jessica Strauss, dari School of Social Work junior.
Menurutnya, kopi ada dimana-mana. Bahkan saat para siswa pergi selalu dapat membawanya di tangan. Bahkan banyak perpustakaan yang menyediakan mesin penjual kopi.
"Para mahasiswa selalu mengandalkan kopi. Bahkan saat sedang belajar hingga larut malam di perpustakaan, semua orang minum kopi. Saya menikmati secangkir kpi di pagi hari. Tetapi kadang-kadang saya juga melihat orang-orang minum sepanjang waktu, dimana-mana," jelas Strauss.
Generasi Millennial Terbukti Lebih Banyak Minum Kopi Dibandingkan Generasi SebelumnyaFoto: iStock

Penelitian menunjukkan dua hingga tiga cangkir sehari dapat bermanfaat. Akan tetapi konsumsi kafein berlebihan mungkin berbahaya.
Minum kopi dalam jumlah yang pas bisa bermanfaat bagi kesehatan. Menurut Mayoclinic, kopi dapat melindungi tubuh dari penyakit parkinson, diabetes tipe 2 dan hati serta penyakit kardiovaskular. Studi juga menunjukkan bahwa kopi dapat meningkatkan memori jangka panjang dan menurunkan risiko depresi.
Namun, ada efek negatif dari konsumsi kopi berlebihan. Konsumsi lebih dari dua cangkir kopi tanpa filter per hari dikaitkan dengan risiko peningkatan penyakit jantung dan peningkatan ringan kadar kolesterol. Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa konsumsi kopi berlebih juga dapat sebabkan insomnia, gugup, gelisah, mudah marah, detak jantung cepat, dan tremor otot.
"Saya mencoba hanya minum ketika saya merasa lelah dan perlu untuk menghadapi kesibukan serta deadline," kata Strauss.
"Saya tidak pernah merasa ketergantungan pada minuman ini. Hanya karena diterima secara sosial, minuman ini tidak berarti sehat untuk Anda," pungkasnya.
(odi/lus)

Related Posts :

0 Response to "Generasi Millennial Terbukti Lebih Banyak Minum Kopi Dibandingkan Generasi Sebelumnya"

Posting Komentar